Kamis, 13 November 2014

Puisi Kerinduan (rindu masa-masa ini)



Waktu,
Melodi konstan tanpa desak manusia,
Rumus-rumus nyata tanpa tendensi bias,
Tak satupun mampu merayu waktu tuk berjalan lambat..
Serta merta ia tak takut hingga harus berlari cepat..


Waktu,
Retorika hidup tersirat dalam tiap detik,
Kibaskan warna-warna yg ku mengerti kemudian,
Sebab perjalanan manusia tak setegar waktu berdetak..
Sekalipun tembok kokoh menjaga selimut bahagia tanpa duka,
Pun goyahkan diri ketika waktu berbicara beda..


Lantas siapa yg berani menyalahkan waktu?
ketika hati terasa remuk seandainya waktu memihak beda dengan asa..
Dan siapa yg dapat semaikan rindu?
Pabila waktu jua yg membatasi sentuhan antara kau dan aku,,


Waktu memiliki jiwa
Waktu memiliki roda
Namun,
Hidup tak mengenal waktu..
Dia terus berjalan tanpa pedulikan peluh,
Membawakan kisah desir angin beku..


Kembalilah…
Antarkan padaku satu detik itu
Waktu yang membawamu pada pelukanku…
Seolah genggam takkan habis ..
Dan kata turut menyemu merah


Antarkan aku pada satu detik itu..
Satu detik yang ku kenang..

Pada rinduku yang halal

Akan kah ini terulang kembali



Pusat hidupku limbung..
degup ini seolah jabarkan cinta yang liar
Ketika delik matamu beriringan menatapku..
Beradulah melodi antara kau dan aku
Sesaat…
Pangeranku,
Cinta apa yang hendak ku tawarkan padamu?
Kuntum mawar yang ku sembahkan tak sebanyak di halaman rumahmu.
Sekalipun mawar merah adalah yang kau sukai,
tetap saja kuntum ini memiliki nama yang sama walau hanya satu tangkai…

Cinta apa yang hendak ku banggakan padamu,
wahai
Pangeranku?
Ketika pedal ini aku kayuh hanya untuk menemuimu…
Lihatlah, kain ini tak luput dari tetes keringat segar,
sedang kau tinggal menancap gas saja
pergi meninggalkanku
tak ku ketahui arahmu kemudian,
sejenak, jejak harum tubuhmu mampu ku ikuti
sebelum tiupan angin menerbangkannya mengangkasa…

Ah, cinta apa yang bisa ku sematkan di hatimu, Pangeranku?
Ketika dengan hati riang aku membawa sebuah kalung bertuliskan namamu,
sedang kau memiliki kalung yang lebih indah tak terhitung lagi
bahkan rasanya cintaku ini tak semahal baju yang kau kenakan malam lalu

Hai Pangeranku,
Cinta ini hanya cinta di gerbang saja,
tak mampu aku melaluinya barang selangkah
Tak jua ku nekad mengetuk pintu hatimu yang semegah istana
dan aku tetap bahagia
menatapmu lama-lama dari jendela warung ini
Ketika kau berdiri menyapa mentari pagi
dengan senyuman indah di paviliun rumahmu

Wahai Pangeranku,
Apa jadinya jika kau tahu rasa ini begitu mencengkeram nalarku
Dan aku selalu terpaku,
ketika kilau cahaya pantulkan kesahajaanmu
tanpa cela …

Di tiap kali kau menatap
Di tiap pagi kau tersenyum
Ditiap malam kau melamun
Di tiap mimpi indahmu
Dalam lelapnya sunyi
Tahukah kau?

Aku Menjagamu bagai ribuan serdadu



Senin, 22 September 2014

Seandainya kamu tau how much i need u right now... I'll be miss & missing U....

Aku Takut............

Mungkin saja diri ini tak terlihat olehmu, kucoba pahami ini, mesti kucoba terus berharap bagaimana caranya agar kamu tau bahwa kau lebih dari indah dihati ini, sungguh ku ingin bersamamu.....

Karena ku takut, kamu pergi, kamu hilang dariku
aku ingin kau disini disampingku selamanya.....










Ku Rapuh....

                                                 Belum sempat ku membagi kebahagiaanku
Belum sempat ku membuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan tuk kesekian kali
Ya Allah, ku mohon jangan lakukan itu....

Sebab kusayang dia, sebab kukasihi dia
Sebab ku tak rela tak slalu bersama
Kurapuh tanpa dia, seperti kehilangan arah...

Jikalau memang harus kualami duka
Kuatkan hati ini ya Allah untuk menerimanya..

" Allahumma arinal haqqa haqqwarzugnattibaa'ah waarinal baathilaa baathilawwarzugnattinaabah "
(Ya Allah berikanlah pemahaman pada kami bahwa yang baik/benar adalah benar menurut pandanganMu
dan yang salah/buruk adalah buruk menurut pandanganMu... ) Amien....

Senin, 18 Agustus 2014

AKUNTABEL KEHIDUPAN

Dalam padatnya aktifitas kerja aku teringat kata” waktu masih belajar di SMK dulu waktu belajar Akuntansi katanya semua dalam hidup harus akuntabel. Aku berfikir cinta harus di buat se akuntabel mungkin,begini teorinya :Ketika kita selalu bilang cinta ya cinta. Tapi tunggu dulu… kalau kita melihat cinta dari sudut pandang akuntansi, maka cinta bisa digolongkan menjadi sebuah revenue atau hasil. Kan cinta itu muncul “dari” pandangan mata, “dari” rasa nyaman dengan seseorang, “dari” kekaguman kita sama seseorang..
jadi cinta adalah hasil ‘dari”.
Hasil=pendapatan.
Pendapatan ada dua jenis : pendapatan kotor/bruto dan pendapatan bersih/netto.
Jadi cinta secsara akuntansi ada dua jenis juga. Cinta bruto dan cinta netto. yang mungkin rumusnya seperti ini.
Cinta netto = cinta bruto - beban
Cinta netto inilah yang mungkin sering disebut cinta sejati atau cinta yang sesungguhnya. Dan barangkali ada diantara para pembaca yang budiman ini yang sempat mikir “apaan sih ni tulisan, apa juga gunanya dihitung-hitung seperti itu?terserah yang buat tulisan dunk.Masih penasarankan tapi sama hitung-hitungannya.”
Hitung-hitungan tadi banyak gunanya saudara. Ada yang bilang kalau “kamu boleh ragu dan bermasalah dengan pasanganmu, tapi kamu tidak boleh melepaskan seseorang yang benar-benar berarti untukmu”. Sebuah quotes yang indah bukan?
Itu dia. Gimana kamu bisa tahu seberapa berarti seseorang buatmu, kalau kamu ngga menghitungnya? kan pertanyaannya adalah “seberapa”?
Saat seseorang yang anda cintai, bisa suami anda, pacar anda, gebetan, atau seseorang yang anda taksir membuat hidup anda bermasalah. Dan anda merasa muak, pengen berbuat sesuatu. Coba test rumus ini.
Semua perasaan cinta anda sama dia dikurangi semua beban yang dia timbulkan dalam hidup anda.
Karena yang anda hitung adalah perasaan, rasakan perhitungan itu di hati anda. Lalu rasakan hasilnya, apakah masih tersisa cinta anda sama dia setelah dihantam beban-beban itu? atau malah minus? Cinta sudah lenyap, yang ada malah beban?
Kalau cinta yang tersisa, rasakan seberapa banyak. kalau beban yang tersisa, rasakan seberapa banyak juga. Dan akhirnya tentukan anda sedang rugi atau untung kalau tetap mempertahankannya di sisi anda. :)
Dan saya pikir, ngga cuma cinta, mungkin niat baik juga bisa dibedakan menjadi niat baik bruto dan niat baik netto. Sebelum bahas niat baik broto dan netto ada sedikit puisi ala anak akuntansi,jelas dan jelas,penting gak penting silahkan di baca :
My Dear...
Aku akan meng-CREDIT cintaku padamu, bila kamu men-DEBIT untukku
cintamu.
Aku akan mencatat asmara kita dalam sebuah JOURNAL, dan mem-POST-ingnya
ke dalam NERACA hatiku.

Kemesraan kita tercatat dalam WORKSHEET.
Kadang perlu kita lakukan ADJUSTING ENTRIES untuk menjaga cinta kita
tetap kokoh.
Aku akan menjaga sebuah ACCOUNT cintamu, berdasarkan DOUBLE-ENTRY.
Dengan cara ini kamu akan tahu BALANCE credit atau debit, dan AMOUNT
dari cintaku padamu.

TRIAL BALANCE memperlihatkan bahwa kita serius satu sama lain, sebab
Total dari cinta kita ternyata satu dan sama. Maka kita lakukan CLOSING
ENTRIES saat kita setuju untuk menikah.
PROFIT & LOSS statement, menyatakan apa yang telah terjadi kemudian,
mari bersama-bersama kita lihat BALANCE SHEET kita, apa saja ASSETS &
LIABILITIES kita ???????
Bila masa jatuh tempo tlah tiba

Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti
Tidak ada kecocokkan saldo..
mungkin cinta kita harus dijurnal balik…..
Sekarang kita kembali ngomongin niat, kita sedang ngomongin kualitas. Jadi menghitung sebuah niat baik, mari kita hitung kualitasnya.
Niat baik netto= 100% - beban
Nah, niat baik netto ini adalah yang sering kita kenal dengan sebutan ketulusan. Kalau berat diukur dengan kilogram, cairan dengan liter, maka mari kita pakai persentase saja untuk ketulusan ini.
Kalau kata teman saya, “kalau ada orang yang bener-bener tulus dolf, berarti dia ga punya ego. kalau orang ga punya ego, gue ragu apakah dia manusia..”
“lalu apaan?”
“jangan-jangan malaikat..”
Nah, seperti itulah kenyataannya kan? Meskipun kita melakukan sesuatu yang baik dengan tulus, kadang-kadang kita susah banget memaksimalkan ketulusan itu sampai 100%. Yah, setulus-tulusnya paling cuma 99%. Masih ada ego di dalam diri yang pengen dihargai karena berbuat baik. Makanya sering ada yang bilang “gue capek jadi orang…”
Itu karena mungkin niat baik nettonya = 100% - keinginan dihargai yang ngga terlaksana 10%=90%
Jadi lain kali, karena modal niat baik nettonya sudah berkurang beban karena ngga dihargai, tinggal 90%. Kalau dia ngga dihargai lagi, maka akan terpotong 10% lagi. Sisa net 80%. Kalau masih ngga dihargai lagi, potong 10% lagi, tingga netto 70%.
Kalau… terus begitu, maka suatu saat mungkin yang tersisa hanya beberapa persen saja. Dan saat itu dia akan berkata “gue capek jadi orang baik.” Rasanya hati gue tekor… habis modal.
Dan lama-lama akan habislah orang baik di bumi kalau untuk menghargai ketulusan mereka aja, kita terlalu pelit melakukannya.
Untuk mencegah bencana itu, saya sarankan dua cara. Secara sudut pandang akuntansi juga tentunya.
Pertama :
Biasakan menghargai niat baik seseorang, untuk menjaga persentase ketulusan mereka. Kalau niat baik mereka 80%, hargai dengan penghargaan 30%. Jadi mereka akan punya netto niat baik 100% dan surplus 10%. jadi kalau lain kali niat baik 100% mereka ngga dihargai, malah berakibat buruk (misalnya malah dimaki) yang kadarnya sakitnya 40%, mereka masih bisa punya niat baik netto 70%.
Contohnya seperti itu..
Solusi kedua :
Tapi ini agak susah. Belajarlah menekan ego anda, sebesar mungkin. Dan kalau sudah bisa, ajarkan pada yang lain, inspirasi mereka. Misalnya ego anda 10%, tekan terus sampai jadi 1% atau 0,… %. Maka anda akan bisa meredam pengurangan ketulusan niat baik.
Para sufi contohnya, mereka meredam ego, dan berkata “kami berbuat baik untuk Tuhan, ngga ada hubungannya sama orang lain”. maka ketika perbuatan baik mereka dihina, ngga dihargai, persentase beban yang ditimbulkannya hanya sebesar 0,… %. Yah, ngga kerasa lah.. maka kita bisa tetap jadi orang yang tulus berbuat baik untuk waktu yang lama, kalau bisa sih sampai waktu kita di dunia habis.
Sebenarnya masih ada cara ketiga…
Kalau sebuah perusahaan bangkrut dan kehabisan modal, biasanya mereka melakukan pinjaman. Nah, kalau hati anda sudah capek dengan ketulusan, yang ngga dihargai, yang selalu malah dibalas dengan berbagai keburukan oleh sekitar anda. Rasanya sudah hampir habis ketulusan anda, sudah minim sekali.
Maka segeralah mengajukan permohonan pinjaman ketulusan ke Tuhan, Sang Pemberi Modal Kebaikan.
Ni doanya :“Ya Tuhan, hati saya rasanya bangkrut dan tak berdaya lagi dengan semua
keburukan ini..
saat saya tulus, saya dihina. Saya mencoba lagi dan saya ditindas, saya dimanfaatkan, saya disalahpahami.
Tidak ada orang yang cukup bijak disini untuk menghargai saya, dan membuat hati saya kuat kembali.
Dan saya terlalu bodoh untuk meredam ego saya sendiri. Maka terpaksa saya ajukan doa ini padaMU,
biarlah Engkau sendiri yang meminjami hati saya ketulusanMu, setiap hari.”
Bagai mana pendapan anda ?? dan cara yang nomorberapakah yang anda pilih ??? sebuah penelitian yang mungkin gak jelas dan aneh namun bermanfaat juga kok…

Kamis, 14 November 2013

CINTA SEJATI DIMANAKAH DIA??


CINTA SEJATI DIMANAKAH DIA??

Karya : Dessy Sulistyowati
Saat matahari terbit seorang gadis cantik sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah barunya di kota.Sebelum di lanjutkan gadis ini mau berkenalan dulu,di perbolekan atau tidak di perbolehkan tetap mau berkenalan (yech ngotot bgt ya jadi orang mang siapa loe?Ha,ha,ha).”Gadis itu nama Listy,anak sedikit tomboy,soal tampang jangan ditanya??(mang siapa juga yang mau Tanya GR bgt,Tapi kenapa gak boleh Tanya?)Gak usah Tanya og masih di Tanya,Mau tau sebabnya kenapa gak boleh Tanya? Tampangnya tu mirib banget sama Sandra Dewi.Tau Sandra Dewi  kan???Ya,Sandra Dewi artis ibu kota itu lho!!tapi,kalau di lihat dari atas monas.E,,,,ternyata setelah dekat kayak Sandra Dewi anaknya bu RT.(he.he.jelas kan anaknya).Ya,gak papa dari pada kayak Pok Omas.(betul.betul,betul.)”.
Setelah selesai bersiap-siap Listy pun pergi ke terminal di temani ibu dan adiknya.Dia mau pindah ke Jakarta Loe!(siapa juga yang Tanya PD).
“Mau jadi artis dan Gaul Gitu”,Tapi tau dech kesampaian atau enggak.(ya,moga-moga kesampaian ya???Doain.)
Ketika para burung pulang ke kandang,Waduch salah maksutnya pulang ke sarang.Listy dan ibunya sampai di rumah barunya dekat Cikareng Gitu.
Pagi-pagi benar Listi bangun,lalu bergegas mandi dan berangkat sekolah tanpa sarapan.Karena  terlalu semangat kayak kesambet jin botol,Listy sampai di sekolah terlalu pagi secara itu baru jam 5 pagi.(Wach,,rajin amat mbk mau buka pintu gerbang yach??)
“E,,,Buset ternyata gini to sekolah di Jakarta,Besar,megah,tapi kok sepi banget kayak kuburan aja.”Kata Listy.
“Ya.iyalah!inikan baru jam 5 pagi mana ada anak sekolah berangkat jam segini.”Kata penjaga sekolah.
“E..Buset ada orang ngejongros disitu.Orang apa setan tuch??”Seru Listy.
“Ente anak baru ya??”Kata pejaga sekolah
“Ya,iyalah masak yaiya dunk.Emang bener sekarang jam 5?”Tanya Listy.
“Pikir aja sendiri dasar anak gemblong.”Seru Penjaga sekolah.
Karena sebel dengan tingkah laku Listy,Pak Toyo pergi.Udah tau belum yang di maksut dengan pak Toyo?Pak Toyo itu penjaga  sekolah yang sekarang menjadi sekolah baru Listy.Sebetulnya nama asli pak Toyo keren banget loe,Mau tau gak siapa nama aslinya?.Nama aslinya tuch “Samuel Donalar Jacky.”Kalian pasti bingung kenapa nama yang segitu kerennya berubah menjadi Toyo.Gini ceritanya: Beribu-ribu,beratus-ratus tepatnya lima tahun kedepan,eh,,salah lima tahun yang lalu Pak Jacky terkena musibah.Badannya terbakar.Dulu dia sangat cakep tapi setelah terbakar jadi cikip.Setelah musibah itu pak Jacky selalu mengucap kata Toyo,apa lagi setelah melihat fotonya dulu.
“Oala,,,Toyo-toyo nasibku kok dadi koyok ngene.Toyo-toyo.Ganteng,gagah,kok dadi ginting+gigih,Toyo-toyo.”Karena itulah Pak Jacky sekarang dipanggil Pak Toyo.
Listy termenung memandangi sekolah barunya,dalam lamunanya teringat kalau ini bukan pertama kalinya dia pindah sekolah.Dia berharap di sekolah ini dia biasa bertemu dan berjumpa dengan cinta sejatinya.Setelah lama termenung,tiba-tiba Listy dikejutkan dengan suara canda tawa anak-anak.Ternyata,Anak-anak yang sekolah di situ sudah mulai hadir.
“Hai kamu anak baru ya?”
“Astafirllah,huf..iya,ane anak baru.”
“Biasa aja kali,aku bukan setan.Beleh kenalan gak?”
“Wach,,boleh banget.Aku Listy,kamu siapa?”
“Aku,Yudhi.Pindahan dari mana?”
“Dari,dari,Banten.”
Mareka pun ngorol dengan begitub akrabnya,seperti sudah kenal lama.Karena Yudhi cowok yang cakep Listy betah ngobral dengan dia,tanpa di sadari bel masuk sekola pun berbunyi.Yudhi berpamitan untuk masuk kelas.
Setelah masuk kelas Listy memperkenalkan diri pada teman-teman barunya.setelah selesai memperkenalkan diri,dia dipersilahkan duduk oleh bu Indah.
“Listy,kamu biasa duduk di dengan Ichi”
Ichi,dia adalah gadis yang cantik,namun tomboy sama seperti Listy.Listy dan Ichi pun menjadi sahabat baik dimana ada listy disitu ada Ichi.(cielah kayak pribahasa aja).Sampai-sampai mereka ber dua tak segan-segan menantang sepak bola/olahraga extrim pada siswa putra.(wich,,,keren..Jentel beud bok..).Ichi mengajak Listy untuk mengikuti les mata pelajaran di daerahnya,tanpa ragu Listy pun mengiyakan ajakan Ichi.
Hari ini hari pertama dia mengikuti les pelajaran itu,tanpa diduga,direncanakan,dan disangka-sangka ternyata Yudhi juga mengikuti les disana.Senang sekali perasaan Listy saat itu seperti mendapat durian runtuh,dan bermimpi di siang hari bolong.
“Chi,ternyata Yudhi les disini juga to?”
“Siapa?kak Yudhi maksud kamu?”
“Iya Yudhi,dia cakep,baik lagi.wach top pokoknya”
“Hus,,Ngarang kamu.Ngak sopan panggil kak,diakan kakak kelas kita.Kamu suka ya sama dia?Lebih baik jangan dech soal nya dia itu suka sama Mei,dan kayaknya Mei juga suka sama kak Yudhi.”
Listy pun sedikit kecewa mengetahui hal itu,mamun dia tetap menyukai Yudhi.Dia beranggapan cinta itu gak harus memiliki kok,dengan menjadi temen nya udah cukup banget.
Semakin hari Listy dan Yudhi semakin akrap,apalagi jika berada di tempat les.Setiap berada di tempat les mereka selalu ngobrol berdua,Listy pun kerap meminjam sepeda milik yudhi.Yudhi gak segan-segan untuk meminjamkannya,padalah jika orang lain yang meminjamnya gak mungkin di ijinkan.(cielah,,,PDKT nich yech).
“Kak Listy mau Tanya apa benar kakak itu cowoknya Mei?”
“Kata siapa Lis,aku dan Mei itu tidak ada hubungan apa-apa,ya jujur sebenarnya aku memang suka sama dia tapi setiap  aku dekati dia selalu menghindar.Seperti melihat hantu saja.Itulah sebabnya aku sekarang jadi kurang suka sama dia.”
Perbincangan itu sangat asik sakali,mereka saling bertukar fikiran,Kadang-kadang Listy pun meledek Yudhi dengan kata-kata manis tentang Mei.Karena begitu akrabnya banyak yang mengira bahwa meraka sudah jadian.Dan setiap kali terjadi sesuatu dengan Yuudhi pasti yang mengetahui dulu adalah Listy,Mengetahui hal ini Mei menjadi cemburu,dia yang selama ini juga suka dengan Yudhi namun berlagak cuek mulai mencari-cari kesempatan untuk mencuri perhatian Yudhi namun gagal terus.(kacian bgt si mbak).Muncul rasa dendam dan iri kepada Listy,apalagi sekarang tersiar berita kalau Yudhi akan mengadakan pesta ulang tahun dan yang mendapatkan undangan specialnya adalah listy,sedangkan dia tidak di undang.
Setelah kejadian itu Mei dan sahabat-sahabatnya memusui Listy.Meraka selalu menghina dan berbicara kotor didepan listy.Setiap di sekolah Listy seperti tak punya teman kemana-mana sendiri.Sedih,tersiksa,dan ingin mengadu,namun tidak ada tempat untuk mengadu dan peduli terhadap dia.Sahabat yang dulu selalu ada untuk dia kini ketika dia sedang menbutuhkan tempat mengadu atas segala masalah,dan bercerita tentang kejadian yang sesungguhnya kini uga menjahui nya.Listy hanya biasa menangis itupun di tempat yang sepi,dia tidak mau orang tau kalau dia sedang sedih dan banyak masalah,dia juga tidak ingin Yudhi tau masalah ini sebisa mungkin masalah ini ditutupi dan selalu menceritakan hal-hal yang baik tentang Mei di hadapan Yudhi.
Hari ini hari terakhir Listy bertemu dengan Yudhi karena pengumuman kelulusan disampaikan saat ini,Yudhi akan melanjudkat study nya ke UGM,sementara Listy masih 2 tahun lagi duduk di bangku SMK.Sore hari yang begitu cera,Yudhi menemui Listy yang tengah duduk termenung sendiri di taman belakang sekolah.Dengan suara yang khas Yudhi menyapa dan membangunkan Listy dari lamunannya.Di tengah teriknya sinar matahari yang begitu terik,Nampak wajah tampan yang berseri-seri layaknya tumbuhan hijau yang baru di siram,segar sekali,ya..itulah wajah Yudhi yang sedang bahagia karena dia telah dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan,bahkan dia mendapat gelar juara umum.Penuh rasa bangga dia menemui Listy untuk menceritakan kesuksesan sekaligus berpamitan kepada Listy.Tanpa diduga dan disangka didepan Listy dia menyanyikan lagu-lagu cinta dengan suara khasnya yang merdu dan memikat hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Tanpa ragu Listy tersenyum lembut menyambut dendangan Yudhi,saat itu Listy merasa dunia sangat teduh,segar,dan terasa milik dia seorang.Karena terhanyut oleh lantunan lagu cinta yang didendangkan oleh Yudhi tanpa sadar dia tersenyum-senyum sendirian padahal Yudhi sudah tidak bernyanyi lagi,(Ya jelas saja senyam-senyum sendiri kan waktu itu Listy sambil berhayal kalau yang berada di hadapan nya itu adalah pangeran yang tengah mengungkapkan cinta dan hendak menjemput dia ke istanah megah dan damai.ha,ha,ha).
“Hei,,,Ngebayangin apa sich deck,pasty bayangin yang engak-enggak ya??”
Mendengar itu Listy hanya terdunduk karena malu.Yudhi puun mulai bercerita..
“Ha,,Ngapai nunduk deck,pasti malu ya??gak usah malu lagi.O,iya deck tau enggak aku lulus dan gak di sangka aku jadi juara umum nya.Aku seneng banget lo deck karena dengan hasil ini aku bias meneruskan study ku ke UGM di Jogja.Aku juga mau sekalian pamitan sama adik,adik baik-baik ya di sini,belajar yang tekun,jaga kesehatan,dan makasih banyak ya dek udah nemenin mas,jadi temen,sahabat,sekaligus adik yang baik untuk mas.Pokoknya adik adalah temen,sahabat,sekaligus adik yang paling the best,karena adik udah buat mas selalu tersenyum,dan semangat menghadapi berbagai masalah”
Bagai tersambar petir di tengah hari yang begitu cerah,hati Listy tak kuasa mendengar ucapan Yudhi.tetes-tetes air mata jatuh berlinang membasahin kedua pipi Listy.Dia tidak ingin kehilangan temen,sahabat,sekaligus kakak yang juga dia idam-idamkan,apa lagi di saat dia menghapi masalah yang sangat memojokan dirinya.Berarti nanti sudah benar-benar tidak ada lagi yang menghibur,menenangkan,dan menemani dia saat menghadapi masalah.
“kak,Yudhi mau nganjutin sekolah di Jogja?Kalau kakak pergi siapa yang jadi teman aku,siapa yang mau menghibur,nenangin,dan menemani aku saat aku ada masalah kak?sekarang sahabatku pergi ninggalin aku tanpa mau dengerin penjelasan dari aku”
Melihat Listy yang terus menangis Yudhi menjadi tak tega dan tanpa disadar Yudhi juga meneteskan air mata.Dia mulai menasehati,member masukan,dan kata-kata penyemaat untuk Listy.Dia sebenarnya juga sangat berat meninggalkan Listy sendiri,di temani masalah yang selalu membuatnya menangis,walaupun dia juga tidak tau masalah yang sesungguhnya karena Listy tidak pernah,dan tidak mau mengatakannya.Namun Yudhi harus tetap pergi meraih cita-citanya.Dengan rasa berdosa,dan hati yang berat Yudhi melepas gegaman tangan Listy dan berjalan pergi meninggalkan Listy yang terpuruk dengan linangan air mata.Dia berlari meninggalkan taman itu dengan linangan air mata yang tidak dapat di bendung sedari tadi,dia sadar kalau dia bukan siapa-siapa buat Yudhi.Langkah kakinya berhenti pada sebuah bangku kosong di belakang rumah tua tak berpenghuni,duduk,melamun,dan merenung.Teringat masa lalu saat dia mengalami cinta,cinta monyet tepatnya karena pada saat itu dia masih duduk di bangku taman Kanak-kanak.Cinta yang memang belum pantas di rasa untuk anak seusia mereka,namun itu adalah kasih sayang paling tulus yang di berikan oleh seorang pria untunya,saat anak-anak asik bermain sambil belajar kelompok di meja kelompok mereka masing-masing,Listy asik berada di bawah meja bersama teman pria nya,Dia bernama Esa.Tak hanya di sekolah,saat berada di rumah pun mereka selalu berdua,selalu ada dimanapun,dan kapanpun.Saat beralih tingkat study yaitu masa sekolah dasar,Esa hendak di sekolahkan di sekolah dasar favorit di sana,namun keingnannya bersama Listy begitu besar dia pun satu sekolah dengan Listy di sebuah sekolah dasar yang sederhana.Waktu berjalan begitu indah,namun Listy harus pergi meninggalkan Esa,karena dia harus pindah mengikuti orang tuanya.Ya,Esa,Esa,dan Esa.Itulah nama yang paling diingat dan menjadi nama terindah di fikiran Listy.Tidak ada dan tidak bakal ada yang seindah Esa.Entah dimana dia sekarang,entah ingat/tidak dengan masa-masa indah dulu yang jelas Listy gak bakal mungkin melupakan kenangan itu dari benaknya.Lelah menangis,dan mungkin air matanya habis terbuang,akhirnya Listy berhenti menangis.dia sadar tidak ada gunanya menangis,toh menangis juga tidak bakal menyelesaikan masalah.
“Semua masalah pasti ada jalan keluarnya,gak mungkin Allah memberi cobaan di luar batas kemampuan hambanya”
Tiba-tiba terdengar suara dari belakang tempat dia duduk.Ternyata itu suara kakek tua yang bertugas membersihkan rumah tua tak berpenghuni itu.Karena ucapan dari kakek tua itu Listy berfikir dan merenung lagi.
”Ya,benar selama ini aku hanya menangis dan menangis untuk pria,dan masalah yang sebetulnya sepele.Aku gak boleh begini terus,aku harus tetap semangat dan melanjutkan,dan memperbaiki hidupku.”Ucap Listy dalam hati.Listy pun pulang dengan hati yang tenang dan semangat baru.
Tahun ajaran baru di mulai,kini Listy duduk di kelas 2 SMK,suasana yang diasingkan,terkucil,dan selalu dihina selalu di rasakan Listy di kelasnya sendiri.Hari ini ada seoramg murid baru pindahan dari Surabaya dia bernama Eka,dan ibu guru menyuruh dia untuk duduk sebangku dengan Listy.Nah,mulai inilah Listy punya teman.Namun,karena Eka seorang pria yang tampan,sopan,dan bersahaja banyak teman-teman Listy yang mendengkati dia termasuk Mei.Mei tidak suka kalau Eka lebih dekat dengan Listy dari pada dia.Ketika dia punya kesempatan untuk berdekatan dengan Eka,Dia selalu tampak beda entah menambah farfum,bedak,mengurai rambut,dan menjelek-jelekan Listy.Eka menanggapinya dengan sikap yang wajar,dan Eka akan langsung meninggalkan Mei jika Ia melihat Listy.
Suatu hari Eka memandang Listy dengan sorot mata yang bercahaya berbeda dengan biasanya,bahkan dia mengajak Listy pergi makan berdua setelah pulang sekolah.Hari itu detik-detik yang dilalui terasa berjalan lambat bagi Eka,menjalani jam belajar pun terasa sangat membosankan.Akhirnya masa yang di tunggu pun datang,bel pulang sekolah berbunyi.Eka langsung menarik tangan Listy ke tempat parkir motor,memboncengkannya dan mengajaknya pergi makan.Sesampainya di tempat makan Eka berbasa-basi menawari makan dan bercanda seperti biasanya.Namun,tiba-tiba sesuatu yang beda terucap dari bibir indahnya,dia mulai  mengatakan isi hatinya kepada Listy.
“Listy,aku suka sama kamu,aku ingin ngelindungi,dan menjaga kamu.aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hati kamu mau gak kamu jadi cewek aku.”Ucap Eka
Betapa kagetnya Listy waktu itu,mulutnya terasa terkunci karena tak percaya kalau pria yang di idolakan banyak gadis di sekolahnya itu mengatakan cinta pada dirinya,Listy yang tidak ada apa-apanya disbanding Mei/teman ceweknya yang lain bisa membuat Eka jatuh cinta.(cie,cie,Grogi,gugup,+salting ya??).Listy tak bisa menjawab apapun,Eka pun tak bisa memaksa Listy untuk menjawab,apalagi memaksanya untuk dia mengatakan iya/mau.
“ya,tidak usah dijawab sekarang kamu bisa berfikir dulu,aku akan menunggu jawaban kamu sampai kapanpun sampai kamu menerima dan mengatakan mau untuk jadi cewek ku.”Seru Eka.(wach..Bijak sana banget cih…).Mendengar itu Listy menjadi agak tenang karena dia mempunyai waktu untuk berfikir apakah dia pantas untuk Eka.
Pagi hari,waktu bersekolahpun tiba.Bu Tutik,wali kelas 9D tepatnya kelas Listy mengumumkan akan mengadakan study banding ke Semarang hari ini dan semua murit kelas 9D wajib untuk ikut,dan bebas memilih teman duduk dan diskusi selama study banding,tiap kelompok hanya beranggotakan 2 orang saja.
“Bu,Saya duduk dan 1 tiem dengan Listy ya bu?”Seru Eka.
“O,Iya.Listy kamu satu kelompok dengan Eka.”kata bu Tutik.
Mendengar permintaan dan persetujuan Bu Tutik atas permintaan Eka Mei tidak terima karena dia juga ingin satu team dengan Eka.Kebenciannya kepada Listy pun semakin bertambah.(waduh,,gitu aja kok benci.pantes gak ada yang suka.ha,ha,ha).
Mereka pun berangkat,melaksanakan study banding dengan suka cita,kecuali Mei yang sedari tadi iri terhadap Listy yang bisa satu team dan duduk berdampingan dengan Eka di bus.Tidak ada henti-hentinya Mei menghina Listy,sampai akhirnya kemaran Eka memuncak.Eka yang dikenal sebagai anak yang pendiam,sabar,pintar,sopan,dan penurut itu bisa marah.Marah dengan seorang gadis yang terkanal centil itu.
“He.Mei kamu itu punya etika & sopan santun gak si.?kamu sadar gak kalau ucapan kamu itu udah bikin hati orang lain sedih,gimana kalau kamu yang di gituin??”
Nyali Mei langsung menciut,dan dia tidak berani berkata-kata lagi.(cieelah gitu aja udah keyok,,,hem apaan tuch).
Setelah menempuh perjalanan yang sangat,amat lama hingga membuat pinggang orang patah karna terlalu lama duduk di kursi empuk sekitar 1 jam.(ha.ha.ha ketipu ya,pasty kalian kira perpuluh-piluh jam dech perjalanannya.kacian).Mereka sampai di tempat tujuan,dan mereka harus segera melaksanakan tugas dari bu Tutik.Entah kenapa tiba-tiba Listy memegang tangan Eka dengan begitu eratnya.
“Listy??Kamu kenapa??kamu pucat banget,kamu gak papa kan??Kita istirahat dulu yuck?”Ucap Eka
“Engak,aku gak papa kok Ka,maaf ya kalau aku gak sopan sama kamu,udah pegang tangan kamu tanpa izin.”Ungkap Listy sambil mengatur nafas karena sedikit sesak.
“Hemm,bilang aja cari-cari kesempatan.Dasar cewek centil”Ledek Mei
“Diem kamu Mei..Ya kamu gak usah minta maaf Lis.Kamu jujur dong Lis,sama aku kamu kenapa,kamu kayaknya kurang sehat.aku gak mau kamu kenapa-napa”Ucap Eka
Tanpa menjawab,pegangan tangan Listy makin erat.Listy pun jatuh pingsan,dengan memegang tangan Eka.Eka sangat terkejud dan panik.Dia langsung menggotong Listy ketempat yang rindang dan nyaman sambil berteriak meminta bantuan.Bu Tutik yang mendengar teriakan Eka langsung berlari mendekat.
“Astafirullah Eka.Listy kenapa??Listy bangun nak…” Ucap Bu Tutik
“Saya gak tau bu,tiba-tiba Listy bersikap aneh Dia Memegang tangan saya dengan erat,wajahnya pucat,dan kayaknya sesak nafas,lalu dia pingsan.” Eka mencoba menjelaskan kepada Bu Tutik
“Astafirullah.Kamu kenapa Listy,kamu gak biasanya kayak gini.?”
“alah paling cuman ekting bu.Udalah bu gak usah di ladenin.” Kata Mei
“Bisa diem gak sih kamu Mei??kalau ngak bisa aku gak segan-segan pakai cara kekerasan,gak peduli kamu cewek/cowok.”Bentak Eka
Kondisi Listy yang tak kunjung sadar membuat Bu Tutik dan Eka tidak tenang apalagi Listi sesak nafas dan tiba-tiba darah segar keluar hidungnya.Tanpa berfikir panjang mereka semua segera membawa Listy kerumah sakit.Eka Nampak begitu panik sepanjang perjalanan.Sesampainya di rumah sakit Listy langsung di bawa ke rungan ICU.Kepanikan Eka semakin bertambah hebat karena udah hampir 2 jam dokter tak kunjung keluar.Keluarga Listy yang baru datang pun begitu cemas dengan kondisi Listy.
“Ibu..sebetulnya Listy sakit apa?kok tiba-tiba pingsan,wajahnya begitu pucat.dan mimisan?”Tanya Eka
Tanpa menjawab pertanyan Eka,Ibu Listy hanya menangis.Setelah 2 jam akhirnya dokter keluar dari ruangan ICU.
“Bu.keadaan Listy sekarang cukup mengkhawatirkan,dia kritis karena dia terlalu kecapean” Jelas Dokter
Sambil menangis ibu Listy bertanya “Sebetulnya anak saya sakit apa dok?”
Tiba-tiba suster keluar dari kamar listy dan member tau kalau Listy sudah sadar.Dokter pun masuk kedalam ruangan dan memeriksa Listy.
“Listy sudah sadar.kalian semua boleh melihatnya,tapi saran saya jangan terlalu banyak orang di dalam karena kondisinya masih sangat lemah.Dan salah 1 orang tua dari Listy tolong ikut saya,ada hal penting yang akan saya bicarakan” Ungkap dokter.
Karena orang tua Listy harus menemui dokter Eka pun dipersilahkan masuk terlebih dulu menemui Listy.
“Listy??Kamu kanapa Lis??Kamu gak boleh kayak gini,kamu harus cepat sembuh.Aku sedih lis,kamu kayak gini.” Ungkap Eka.
“He…Kamu kenapa nangis Eka??Jelek ah,orang aku gak apa-apa kok,lihat aku kuat jadi kamu gak usah sedih.Cowok itu gak boleh cengeng.” Hibur Listy
“Kamu gak usah menghibur aku Lis.aku tau kamu sakit,aku mau kamu cepat sembuh”
“Gak usah kayak gitu dong Ka,Em,Kalau aku gak sembuh gimana?”Tanya Listy sambil bercanda.
“Kamu itu ngomong apa si Lis,aku gak suka kamu ngomong kayak gitu,pokoknya kamu harus sembuh,harus,dan wajib.”Tegas Eka
“Yaampun Eka,aku bercanda kali ya pasti aku akan sembuh orang aku gak pa-pa kok.Kamu kok perhatian banget si sama aku?”
“Listy,bercanda dalam keadaan kamu kayak gini itu gak lucu.Ya,jelas aku perhatian sama kamu,aku khawatir sama keadaan kamu dan aku sangat sayang sama kamu.”
Tiba-tiba Listy muntah-muntah,wajahnya kembali pucat dan pingsan.Eka sangat cemas dan berlari keluar untuk memanggil dokter.Dokter dan team medis pun berlari menuju kamar Listy.Eka semakin khawatir dan bingung dengan keadaan Listy,ditambah lagi kedua orang tua Listy yang menangis terisak-isak,sampai-sampai ibu Listy jatuh pingsan.Dalam hati Eka terus bertanya-tanya sebetulnya Listy menderita sakit apa?.Karena tak tahan dengan rasa keingin tahuan nya ekapun memberanikan diri untuk bertanya ke Pak Bagus ayahanda Listy.Sebelum pak Bagus bercerita dia berpesan kepada Eka untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Listy dan dia berharap kalau Eka bisa membuat Listy selalu tersenyum.Pak Bagus menceritakan semua yang di sampaikan oleh dokter,Listy di fonis mengidap kangker otak setadium 4 dan usianya sudah tidak lama lagi.Mengetahui hal ini Eka sangat sedih dan terpukul.
Dalam hati dia berkata “ Mengapa harus Listy yang seperti ini,apa yang bisa aku perbuat agar dia bahagia.sungguh dia adalah gadis yang sangat baik,dan ceria.aku rela ngakuin apa saja agar dia bahagia.Ya Allah sembuhkanlah Listy,hamba mohon ya Allah”sambil terus menitihkan air mata,Eka memanjatkan doa kepada Allah.
Dokter keluar dari ruang Listy,.”Pak,sebaiknya Listy segera kita operasi sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.” Saran Dokter
“Lakukan apapun untuk kesembuhan anak saya dok.”
Operasi pun dilakukan untuk menolong nyawa Listy.Setelah 4 jam lebih operasi dilakukan,dokter keluar dan mengatakan semoga operasi ini berjalan baik,jika Listy siuman malam ini keadaannya sudah cukup lumayan,namun Listy tidak akan kembali seperti dulu dia akan cacat.
Waktu terus bergulir,sudah hampir 2 minggu Listy tak kunjung sadar.Wajah muram kini menjadi milik kedua orang ,teman-teman Listy,dan Eka.Langit yang tadinya cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung yang seakan-akan hendak turun hujan lebat disertai petir dan angin yang begitu dasyatnya,keadaan Listy memburuk dan denyut jantungnya berhenti.Ya,Listy sudah berpulang ke sisi Allah.Semua orang yang sedang menjenguk Listy sangat sedih dan terpukul termasuk Mei yang selama ini membenci Listy.Mei duduk termenung di dekat Eka,Mei melihat tas Listy dan membukanya.Dia menemukan buku harian milik Listy dan memberikannya kepada Eka.
“Eka,ini kayaknya diery milik Listy.coba kamu baca siapa tau Listy menulis pesan buat kita semua.”Usul Mei
“Ya,coba aku baca,mulai dari awal.”
Dier Deary
Hari ini aku hijrah ke Jakarta,di sini aku bersekolah di smp favorit gak nyangka selain sekolahnya yang indah pi ada makhluk yang sangat indah.Dia menyapaku dengan lembut,dia mengajakku berkenalan.Sebuah nama yang indah sesuai dengan kepribadiannya,ya,walaupun aku baru mengenalnya tadi aku sudah merasakan kalau dia adalah anak yang baik.Yudhi….Nama yang bagus,nama yang mengingatkan aku pada sosok sahabat kecilku dulu.Sahabat yang selalu ada untukku,sahabat sekaligus cinta monyetku dulu,Esa,Esa Firdaus.Aku harap Yudhi anak yang baru aku kenal ini bisa menjadi sahabatku seperti Esa.Sebuah keinginan yang sepele tapi entah bisa tercapai atau tidak.Di sini aku juga berharab bissa menemukan cinta sejati dari seseorang yang sampai sekarang belum aku temuin.
Dier Deary
Aku merasa senang pi,juga kecewa.Aku senang bisa dekat dengan kak Yudhi bahkan banyak yang mengira aku dan kak Yudhi cocok.Namun,aku juga sedih karana tau kak Yudhi menyukai wanita lain.Wanita yang sangat cantik,kaya,dan pintar.Sementara aku??Tidak ada apa-apa nya dibanding dia.Aku ikhlas karana kak Yudhi menyukai wanita yang memang pantas untuk Kak Yudhi.Kak Yudhi yang begitu baik,sopan,cakep,kaya,dan pintar.Begitu beruntungannya Mei bisa mendapat cinta dari kak Yudhi.Aku doakan mereka bisa bersatu dan aku berharap aku bisa terus jadi sahabat kak Yudhi.
Deary
Hari-hariku kini serasa begitu hampa di balut kesedihan.Di sekolah teman-teman memusui aku,mereka semua mengira aku merebet kak Yudhi dari Mei.Padahal aku sama sekali gak pernah nglakuin hal seperti itu,apalagi ngakuin ngebayangin aja aku gak mungkin tega.Aku gak mungkin tega nyakitin kak Yudhi dan temenku Mei,lebih baik aku yang terluka/dilukain dari pada aku melukain hati orang lain.Hari aku merasa bener-bener sedih kak Yudhi,yang slama ini baik denganku.Kak Yudhi yang menjadi kakak,sekaligus sahabat buat aku pergi,pergi mencapain cita-citanya di UGM,setelah hasil kelulusan di bacakan.Aku bukan sedih karena kak Yudhi lulus dengan nilai yang baik bahkan di terima di Universitas favorit idamannya itu.Aku sedih karena harus kehilangan sosok kakak,sahabat,dan pria yang aku harabkan,disaat aku benar-benar butuh dia sebagai tempat berbagi cerita.
Ya,sudalah kesedihan dan masalahku ini biar ku tanggung sendiri,aku gak mau hanya gara-gara aku kak Yudhi gagal meraih cita-citanya.Aku yakin dia pasti bahagia di sana,dia pasti bisa meraih semua cita-citanya.Disini aku harus semangat menghadapi hidup,aku harus bisa meraih cita-citaku seperti kak Yudhi.Harapanku untuk bersama kak Yudhi sudah pupus,tapi aku yakin jika aku dan dia memang berjodoh pasti Allah akan mempertemukan kita lagi di suatu hari nanti.”Rencana Allah itu indah,apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita,tapi ketetapan Allah itu jelas & pasti baik untuk umatnya,Cinta sejati itu hanyalah untuk Allah,karana cuman Dialah yang abadi.Janganlah kita mencintai makhluknya melebihi cinta kita kepada Allah.Jangan bersedih & putus asah berlarut-larut karena Allah tidak suka dengan hambanya yang berputus asa dalam hidupnya.Jika Kita tidak ingin mendapat azab dari Allah kita harus tetap bersemangat dan berusaha merubah hidup kita.ingat allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri.”Itu kata-kata yang dari kakek tua penjaga rumah tua tak berpengguni yang membuat aku semangat lagi untuk menghadapi hidup,apapun yang terjadi.Harapanku banyak dan aku harus berusaha untuk mencapainya,Sekarang ini harapanku untuk masalah cinta kepada makhluk ciptaan Allah :
“ALLAH
If I should fall in love with someone find me the one who love you,The one so I’m getting stronger in loving You,The only one.
ALLAH
When  I’m  falling in love keep the love not to exceed my love to You.
ALLAH.
When I say  “ I Love You ”  make me do it to whose heart gets captivated in You so I never fall in love aside from the name of You.Amien “
Dear Diery
Hari ini aku Engkau hadapkan pada kenyataan yang berat,kenyataan yang mungkin aku tak sanggup menerima dan menjalaninya sendiri,namun ini adalah kuasa dan kehendakMu.Aku hanya seorang hamba yang wajib mensyukuri segala yang engkau berikan baik itu berupa nikmat kesehatan,maupun sakit.Hari ini Engkau berusaha menguji hamba kembali dengan nikmatMu berupa penyakit.Penyakit yang parah dan menguji ketabahan dan rasa cintaku ke padaMu.Hamba akan jalani ini semua sendiri dan dengan perasaan ikhlas,hamba tidak mau orang lain tau.Hamba tidak ingin semua orang khawatir dan sedih hanya gara-gara aku.Mungkin dengan inilah Engkau menunjukan kasih sayang yang selama ini hamba cari,kasih sayang dari semua orang tanpa mereka tau yang sebenarnya.Hamba mohon kuatkan lah hamba dalam menjalani mikmatmu ini,semoga ini dapat mengurangi siksaanku di alam sana nanti.
Diery
Sekali lagi Allah menunjukan keuasanya,Dia mengirimkan seseorang pria yang sangat baik,sopan,santun,sholeh,dan sayang dengan aku.Namun aku tidak bisa menerima cinta nya begitu saja karena aku tau,aku tak pantas untuknya.Aku tak mungkin bisa membalas kasih sayang yang dia berikan,jangankan kasih sayang dari dia aku pun mungkin tidak bisa membalas cinta kasih kedua orang tuaku suatu hal yang sangat membuatku sedih.Mungkin kamu (Eka) lebih pantas dengan yang lain,karena kamu adalah pria idaman banyak wanita.Ada wanita yang sangat sayang dan aku yakin dia bisa bahagiakan kamu.Aku harap kamu bissa menyadari itu,aku tidak bisa menjawab keinginan kamu bukan karena aku tega menggantungkan perasaanmu namun aku tidak ingin kamu bersama aku,wanita yang salah.Aku ingin kamu melihat Mei dia lebih pantas untukmu.Sekarang aku sudah menemukan cinta,cinta sejati yang selama ini aku cari.Ternyata cinta sejati itu telah lama berada di sampingku dan menjagaku.Ya,memang benar cinta sejati itu hanyalah untuk Allah,karena Allah lah yang kekal abadi.Cinta sejati yang selama ini tak ku sadari dan aku tinggalkan untuk menemukan cinta yang tak abadi.Mungkin ini adalah curahan hatiku yang terakhir karena aku tak tau kapan cinta sejati itu memanggilku.Mungkin nanti,besok,lusa,atau pun bulan depan.Sekarang aku hanya ingin membuat orang di sekelilingku bahagia dan tersenyum,dengan prestasiku.Terutama untuk orang tuaku.
Jangan bersedih,tersenyumlah terus karena hidup ini begitu indah dan cinta sejati itu selalu ada didekat kita,jika kita mau menyadarinya.Semangat,dan terus berjuang hidup itu penuh pilihan dan tantangan jangan sampai kita salah memilih dan kalah dalam menghadapi tantangan itu.Nikmat Allah itu sungguh luar biasa,dan yang paling luar biasa adalah nikmat islam yang kita miliki.
“Astafirullah ternyata selama ini aku salah menilai Listy,ternyata Listy begitu baik.Maafin aku Lis,selama ini aku selalu kasar sama kamu.”  Ungkap Mei.
“Ternyata Listy sudah mengetahui penyakitnya sejak lama,dia menyembunyikan ini semua agar kita tidak cemas dengan keadaannya.Ya Allah Listy memang sosok gadis yang sangat luar biasa,hamba bahagia bisa kenal walaupun sebentar dan bisa mencintainya walaupun tak pernah dia balas perasaan ku itu.Berikanlah tempat yang terbaik untuknya disana.”Ucap Eka dalam hati.
Semua orang sedih kehilangan Listy,namun semua mencoba tegar.Seperti yang di pesan dan dilakukan Listy selama ini.
dcdcdc



BUKAN PENGORBANAN




BUKAN PENGORBANAN
                “Hidup adalah perjuangan”
            Ungkapan yang menghias dinding kelas itu, sangat benar adanya, ucapku dalam hati. Aku terhanyut dalam lamunan. Aku teringat seorang teman seperjuanganku di IPM, namanya Anis. Dia seorang gadis periang, meskipun berasal dari keluarga pas – pasan. Orang tuanya hanya buruh tani, dia memiliki seorang adik laki – laki yang saat ini duduk dikelas 3 SMP. Sedangkan Anis sendiri, saat ini kelas 3 SMK.
            Memang, mereka hanya dua bersaudara. Tapi, kebutuhan hidup yang semakin lama semakin mahal membuat Anis harus bekerja lebih keras membantu orang tuanya mencari nafkah. Hmm… ironis sekali ya, disaat banyak orang kekurangan. Justru banyak pula pemimpin yang tidak amanah. Mereka menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan mereka pribadi… Hufft… Aku menghela nafas dalam – dalam dan menghembuskannya perlahan lalu tersenyum. Mengapa aku memikirkan kesalahan orang lain ya? Apakah aku merasa lebih baik dari mereka. Tidak!! Seharusnya aku mawas diri dulu.
Tiba – tiba terdengar suara yang membuyarkan lamunanku.
“Nayla, hari ini kita jadi rapat kan?”
“Eh… Anis,” kataku seraya menoleh “Jadi donk! Tapi, tunggu teman – teman yang lain ya, mereka sedang sholat Ashar.” Lanjutku kemudian tersenyum diiringi anggukan Anis. Dia memang jarang bicara. Bagi Anis, diam itu emas. Prinsipnya  ‘Bicaralah yang baik jika tidak bisa maka lebih baik diam’. Memang, tidak selamanya diam itu emas. Sesekali Anispun bicara. Tapi, seperlunya saja. Bukankah Allah menciptakan satu bibir dan dua telinga untuk manusia. Jadi, secara tidak langsung, Allah menginginkan kita untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Anis segera berlalu, pandanganku mengikuti tubuh Anis yang cukup tinggi, kepalanya dibalut kerudung lebar. Anis menghilang di balik pintu kelas. Pasti belajar lagi, begitu pikirku. Anis, kau benar – benar membuatku cemburu. Kau selalu memanfaatkan waktumu sebaik mungkin.
dcdcdc
“Demikian, rapat IPM hari ini, saya sebagai pembawa acara mohon maaf atas kesalahan saya. Nuun Walqolami wamaa yasthuruun. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.” Kataku mengakhiri rapat.
“Wa’alaikumussalam Wr. Wb.” Jawab mereka yang menghadiri rapat lalu segera berlalu, kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 16.30.
Aku pulang paling akhir, karena sebagai sekretaris panitia, aku harus menyusun proposal untuk kegiatan minggu depan. Setelah mengunci ruang IPM, aku bergegas menuju parkiran. Benar dugaanku, hanya motorku yang masih tersisa disana. Segera kupacu sepeda motorku ke jalan raya. Sudah sore, aku harus segera tiba dirumah. Bunda telah menunggu.
“Anis…” ucapku lirih saat melihat Anis masih berada di terminal. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan angka 17.00. Akupun menghampiri Anis.
“Anis… kenapa belum pulang?” tanyaku masih tetap diatas motor.
“Belum ada bus, La” jawab Anis lalu tersenyum, tampaknya tidak tersirat sedikitpun rasa gelisah diwajahnya. Sungguh tenang. Jika aku jadi Anis, aku belum tentu bisa sabar, pasti aku sudah uring – uringan.
Hmm… aku berkata dalam batin, ingin rasanya aku mengantarkan Anis pulang. Tapi, Bunda telah menanti kehadiranku di rumah. Sedangkan jika aku tidak mengantarkan Anis, dia mau pulang pakai apa? Jalan Kaki? Rasanya tidak mungkin, jarak antara rumah dan sekolahnya sekitar 7 km. Pilihan yang sulit. Akhirnya, . Setelah terdiam beberapa saat. Aku putuskan memilih Bunda.
“Maaf ya Anis, aku gak bisa mengantarkanmu, soalnya udah ditunggu Bunda dirumah.” Ucapku dengan penuh penyesalan.
“Gak apa – apa koq, aku kan bisa jalan kaki. Santai aja, aku udah biasa koq.” Jawabnya masih dengan senyum mengembang. Akupun memacu motorku lagi.
dcdcdc
Sesampainya dirumah, benar saja, Bunda telah menantiku di teras rumah.
“Ayo Bun, Nayla antarkan ke rumah sakit” kataku tanpa bertukar pakaian dulu. Adikku masuk rumah sakit, sehingga kami harus bergantian menjaga adik. Bunda segera naik ke atas motor.
“Bun… Tadi teman Nayla ada yang gak bisa pulang lho. Kehabisan Bus, jadi harus jalan kaki. Padahal jaraknya sekitar 7 km.” kataku mulai bercerita saat jalanan mulus.
“Lho? Koq gak kamu anterin pulang?” Tanya Bunda
“Soalnya Bunda minta dianterin ke rumah sakit.”
            “Oh iya…  waduh Nayla, kalo tau begitu, tadi Bunda berangkat bareng Ayah aja.” Jawab Bunda sepertinya ikut menyesal.
dcdcdc
            “Anis, kemarin kamu sampai rumah jam berapa?” tanyaku saat bertemu Anis di Perpusatakaan
            “Sekitar jam setengah tujuh malam.”
            “Kamu dimarahi orangtuamu ya?”
            “Enggak koq, mereka hanya khawatir saja. Itu karena mereka sayang padaku.”
            “Anis… kalo boleh jujur, aku cemburu padamu. Kau begitu mencintai IPM lebih dari dirimu sendiri. Bahkan kau rela berkorban untuk IPM.”
            “Nayla, jangan berlebihan memujiku. Aku tidak sebaik seperti yang kau pikirkan. Lagi pula, itu bukan ‘Pengorbanan’ melainkan Pengabdian.”
            “Ah, Anis, andai saja semua pengurus IPM seperti dirimu. Tapi, rasanya Sulit sekali! Lihat saja kemarin, yang mau hadir dalam rapat, tidak ada separuhnya dari 40 orang. Padahal, aku yakin mereka punya waktu dan kesempatan untuk hadir. Hanya saja, Banyak sekali yang mencari – cari alasan untuk tidak hadir.
            Aku jadi teringat perkataan seseorang bahwa mencari waktu luang memang tidak akan ada. Tapi, yang ada itu meluangkan waktu. Seandainya mereka mau meluangkan waktu sebentar saja untuk IPM, seperti meluangkan waktu untuk makan”.
            “Iya, Nayla. kau benar. Tapi, semua orang memiliki karakter sendiri – sendiri. Kan lucu, kalo semua orang seperti aku. Dunia akan penuh dengan pejalan kaki. Bisa – bisa ada peraturan yang melarang bawa kendaraan…” Jawab Anis berseloroh. Kamipun tertawa.
            Anis… Anis… Sekali lagi kukatakan, aku cemburu padamu. Kau sangat baik. Walaupun begitu, tetap saja ada orang yang dengki dan mencelamu. Namun, kau tetap sabar. Andai aku bisa sepertimu… kataku dalam hati.
Tapi, kapan? Hmm… Entahlah… biar waktu yang menjawab.
J Selesai J

Caramu mencintaiku

Caramu mencintaiku
 Suasana ruang IPM terlihat begitu tegang. Sepertinya, diruangan itu terdapat bom yang siap meledak.
            “Aku sudah tak sanggup lagi.” Ucap Sarah pada Malik. Disana hanya ada mereka berdua dan Lala.
            “So, kamu mau apa? Mau keluar dari IPM?” Tanya Malik angkuh.
            Sarah tidak menanggapi pertanyaan Malik “Aku kira, kamu bisa jadi partner kerja yang baik. Ternyata aku salah!” Sarah mulai mengungkapkan isi hatinya yang selama ini terpendam.
            “Halah! Justru kamu itu yang gak bisa jadi partner kerja yang baik. Jadi Ketua Umum aja gak bisa bertanggungjawab, lha koq, sok-sok-an mau ngatur – ngatur aku.” Jawab Malik sengit. Kalimatnya kacau. Namun kalimat itu malah menghujam tepat dihati Sarah.
            “Aku? Gak bertanggungjawab? Buktinya apa? Jangan asal ngomong donk!” balas Sarah tak kalah sengit.
            “Oke! Perlu bukti? Masalah Fortasi yang mengurusi hanya aku. Perkemahan. Perpisahan kelas 3. Dan bla…bla…bla…” Malik menyebutkan semua Proker yang telah dijalankan. Jika kau tau apa saja proker IPM, sebutkan! Maka Malik akan mengatakan aku yang banyak membantu dalam kegiatan itu.
            “Lalu kamu kemana? Bukankah itu berarti kamu gak bertanggungjawab? Hah, coba kalau tidak ada aku. Pasti banyak program kerja yang tidak berjalan.” Lanjut Malik sombong.
            Mendengar hal itu, hati Sarah panas. Jika kemarin – kemarin dia masih bisa sabar menghadapi tingkah Malik. Tapi, kali ini tidak. Dia benar – benar tersinggung. Merasa sangat tak dihargai.
“Itu karena kamu gak pernah melibatkan aku. Kamu selalu mengambil keputusan sendiri, selama ini, akupun hanya diam saja. Mencoba berpikir positif bahwa apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik untuk IPM.
            Tapi, sekarang kamu malah berkata seperti itu. Hah… dimana perasaanmu Malik? Aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk IPM. Bahkan nilai – nilai pelajaranku banyak yang turun.”
            “Jadi, kamu menyalahkan IPM?” sela Malik sinis
            “Tidak! Aku tak ingin menyalahkan siapapun. Semua memang salahku. Karena aku belum bisa membagi waktu dengan baik.
            “Aku sering pulang sore. Dan sampai rumah dimarahi orangtuaku. Bukan hanya itu, aku bahkan sempat dilarang mengikuti IPM lagi. Tapi, aku masih berusaha bertahan. Karena aku masih punya amanah yang harus aku tunaikan. Dan kamu masih bisa bilang aku gak bertanggung jawab?” Lanjut Sarah, hatinya bergemuruh.
            “Hebat…! Hebat…! Sang ketua kita.” Ejek Malik “Hallo? Kamu pikir yang seperti itu hanya kamu? Aku juga sama. Tapi aku gak pamer sama orang – orang, meskipun  aku banyak berjasa buat IPM.”
            Hati Sarah benar – benar sakit. “Malik! Kamu pikir dengan menyebut semua proker yang dijalankan sebagai hasil usaha kamu saja, bukan Pamer?” Tanya sarah membalik perkataan Malik.“Sebenarnya kamu ada masalah apa tho dengan aku?” Lanjut Sarah. Sementara Malik hanya terdiam, diapun tidak mengerti mengapa sampai hati memarahi Sarah. Saat Malik sedang mencari – cari alasan untuk membenarkan tindakannya. Sarah mulai menumpahkan isi hatinya lagi.
            “Kamu sebagai Kabid Perkaderan sudah kuberi kebebasan untuk menjalankan tugasmu. Tapi, kamu malah otoriter. Tidak pernah melibatkan aku. Terus, kalo ada masalah, yang kena siapa? Aku kan? Padahal aku tidak tau apa – apa.” Ucap Sarah, kali ini matanya berkaca – kaca. Mencoba menahan air duka.
            “Aku tau, kamu lebih senior, lebih mengerti apa yang harus dilakukan. Aku tidak gila hormat koq. Dan tidak juga minta pujian. Paling tidak, jika kamu tidak mau menganggap aku sebagai Ketum IPM. Anggap aku sebagai manusia.
Terkadang aku merasa tak berguna ada disini. Tak pernah dianggap. Kalian membutuhkan aku, hanya ketika kalian butuh tandatanganku untuk pencairan dana saja.” Sarah terdiam, sepertinya bom diruangan ini telah meledak seiring dengan jatuhnya air mata Sarah. Hati sarah terasa diiris – iris. Gerimis menyelimuti hatinya. “Apa ini yang disebut organisasi?” Tanya Sarah.
            “O, jadi selama ini, kamu merasa aku tidak menghargaimu?       Justru kamu itu yang tidak menghargaiku. Kamu memang Ketum. Tapi, saat ini masih kegiatan Fortasi. Aku yang berwenang disini. Aku memintamu untuk menjaga ruang sekretariat. Eh, kamu malah pergi tanpa izin dariku. Seharusnya kamu mengikuti aturanku donk! Kalo kamu ingin dihargai, hargai dulu orang lain.” Malik membela diri, wajahnya merah padam.
Sarah semakin terisak. Hatinya porak poranda. Seolah badai tengah melanda hatinya. Dia hanya mampu terdiam. Ruangan itu hening sesaat. Akhirnya, hati Malik luruh juga melihat Sarah menangis. Memang, senjata wanita adalah menangis. Tapi, itu bukan menunjukkan kelemahannya melainkan betapa lembutnya hati seorang wanita.
“Oke… aku minta maaf.” Ucap Malik, akhirnya. Sementara Sarah hanya terdiam. Tidak mengangguk. Tidak juga menggeleng. Malik kebingungan, dia tidak tau harus berkata apa. Sepertinya dia telah kehabisan kata – kata. Ruangan itu, hening kembali. Yang terdengar hanya suara isakan tangis Sarah.
Lala yang sedari tadi berdiam diri didepan komputer mulai merasa risih dengan keadaan ini. Akhirnya, dia mulai angkat bicara.
            “Sudahlah Sarah, jangan bersedih lagi. Kan enggak enak kalo sampe orang – orang tau. Apalagi, murid baru. Ntar kamu kehilangan wibawa lho.”
            “La, aku juga manusia. Punya perasaan. Masa’ gak boleh nangis? Aku capek dengan semua ini.” Jawab Sarah. “Sudah lama kusimpan air mataku dan semua keluh kesahku. Dan kini, aku sudah tak sanggup lagi memendamnya.”
            “Kenapa Kamu gak bilang dari dulu?”
            “Karena aku gak mau semangat teman – teman jadi turun, hanya karena aku. Aku ingin IPM lebih kompak lagi.” Jawab Sarah. Lalapun ikut terdiam, dia juga kehabisan kata – kata. Sarah masih menangis. Akhirnya, Lala dan Malik meninggalkan Sarah seorang diri di ruang IPM. Mungkin, Sarah sedang ingin sendiri, pikir mereka.
            Sesaat setelah mereka pergi. Sarah mencoba menenangkan diri. Dihapusnya air duka itu, lalu mencoba tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri, “Ayolah Sarah, kamu harus kuat. Bukankah disetiap do’a, kau meminta pada Allah supaya diberi Kekuatan,” sementara hati besar dan hati kecil Sarah berperang.
            “Tapi, Allah tidak memberikan apa yang aku minta,” suara hati besar.
“Itu memang bukan bentuk aslinya. Allah tidak memberikan apa yang aku minta. Tapi, memberikan apa yang aku butuhkan.” Jawab hati kecil.
“Lalu, aku sekarang butuh kekuatan. Mengapa Allah tidak memberikannya?”  Tanya hati besar.
“Ketahuilah, kekuatan itu tidak diberikan,aku yang harus meraihnya.” Hati kecil berkata lagi.
Perang selesai dan dimenangkan hati kecil Sarah. Bibirnya tersenyum. Tapi, matanya tetap melelehkan air mata. Dihapusnya lagi air duka itu. Sekali lagi, dia mencoba tersenyum. Lalu dia keluar ruang IPM menuju kamar mandi.
“Sarah, mau kemana?” Tanya Lala
“Ke kamar mandi.” Jawabnya seraya tersenyum. Seolah tak pernah terjadi apa – apa. Dia tidak ingin semua orang tau keadaannya dan membuat mereka mengasihaninya.
Namun, belum sampai kamar mandi. Mendadak tubuh Sarah ambruk. Matanya berkunang – kunang. Dadanya sesak. Kepalanya pusing. Sepertinya, penyakit Sarah kambuh lagi. Akhirnya, dia diantarkan pulang oleh Lala.
dcdcdc
Sore hari dirumah Sarah…
“Gimana keadaan mbak Sarah?” Tanya Lina, adik kelasnya yang juga pengurus IPM.
“Alhamdulillah, Udah mendingan, dik.” Jawab Sarah
“Mbak, aku denger, tadi mbak sempet ada masalah sama Mas Malik, ada apa?
“Enggak… siapa bilang, gak ada apa – apa koq.” Kata Sarah berbohong. Lina menatap mata Sarah beberapa detik mencoba mencari – cari sinar kejujuran dari situ. Ya, seperti kata orang bijak, ‘Mata tidak bisa bohong’.
“Oke… kamu bener. Mbak tadi emang ada masalah sama Malik.” Ucap Sarah, akhirnya menyerah dan mulai bercerita tentang masalah itu.
“Jadi begitu dik, hati mbak rasanya hancur sekali.” Sarah mengakhiri ceritanya.
Lina menarik nafas dalam – dalam, “Hmm… aku mencoba mengerti apa yang kalian rasakan. Tapi, kalau aku harus memilih. Aku tidak akan memilih. Karena, buat aku, kalian berdua adalah teman seperjuangan di IPM.”Terdiam sebentar.“Aku juga tidak akan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.” Lanjutnya.
“Jadi, mbak harus diam saja diperlakukan seperti ini?”
“Bukan mbak, mbak itu harus bertindak yaitu dengan cara mengalah.”
“Mbak sudah puas dik! Selama ini mbak Mengalah terus. Tapi, apa yang mbak dapat? Hanya sakit hati dan kekecewaan.”
“Mengalah bukan berarti kalah mbak! Lagipula, jika kalian berdua sama – sama egois. Gak akan selesai. Mau jadi apa IPM ini?” Sarah terdiam. Dia membenarkan dalam hati, apa yang dikatakan Lina.
“Jadi, gimana mbak? Mengalah untuk menang, demi IPM.” Kata Lina
“Masa’ seorang mbak Sarah yang katanya Ketum IPM, patah semangat hanya karena masalah ini?” lanjut Lina mencoba memprovokasi Sarah.
“Hmm… Oke deh, akan aku coba. Demi IPM” jawab Sarah, akhirnya.
dcdcdc
“Mana Malik?” Sarah bertanya pada Lala.
“Belum datang. Oh ya, gimana keadaanmu?”
“Alhamdulillah sudah mendingan.” Ucap Sarah. Tiba – tiba pintu ruang IPM terbuka, dari balik pintu muncul Malik. Tanpa salam. Tanpa sepatah katapun yang terucap darinya. Dia langsung menuju pojok ruangan. Sepertinya, dia masih marah dengan kejadian kemarin.
Pasti Malik marah, karena kemarin dia udah minta maaf padaku. Tapi, aku malah mengabaikannya. Begitu pikir Sarah.
“Sarah, aku pamit ke kantin dulu ya. Belum sarapan nih.” Kata Lala, akupun mengangguk.
Malik duduk dikursi. Terdiam dan hanyut dalam lamunan. Tatapannya kosong. Sepertinya, dia sedang memikirkan sesuatu. Akhirnya, dia bangkit dan menghampiri Sarah yang sedang memeriksa Program Kerja IPM.
Tanpa berkata – kata. Malik menyodorkan sebuah amplop putih. Sarah tertegun. Dengan penuh tanda Tanya, Sarah menerima amplop itu.
“Apa ini?”
“Surat Pengunduran diriku.”
“Kenapa? Kamu masih marah karena masalah kemarin? Oke, aku minta maaf”
Malik menggeleng “Bukan. Bukan karena itu.”
“Lalu apa?” Sarah benar – benar ingin tau.
“Karena aku merasa sudah tak berguna lagi disini. Jadi, lebih baik aku keluar saja.”
“Siapa bilang? Kami semua membutuhkanmu. Tolong dipertimbangkan lagi.”
“Tidak usah membujukku. Keputusanku sudah bulat.”
Sarah menarik nafas dalam – dalam dan menghembuskannya secara perlahan. “Ya sudah, jika itu memang keputusanmu. Tapi, jika nanti kamu berubah pikiran, Pintu ini masih terbuka lebar untukmu.”
“Iya, makasih.” Jawab Malik dingin dan hendak pergi dari ruangan itu.
“Malik…” panggil Sarah. Malik menoleh.
”Kalo aku boleh tau, sebenarnya apa alasan kamu keluar dari IPM?” Tanya Sarah.
“Kamu…” jawab Malik singkat.
“Maksudmu?” Sarah semakin tak mengerti.
“Karena aku tak ingin melihat orang yang kucintai menangis lagi. Apalagi, aku yang telah menyakiti hatinya.” Setelah berkata – kata, Malik kemudian pergi.
“Apa?” ucap Sarah lirih, dia tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Malik. Sarah tau, bahwa Malik bukan tipe cowok yang suka nge-gombal sana – sini. Mungkinkah kali ini Malik sungguhan mencintai Sarah.
“pasti ini hanya mimpi.” Sarah mencubit lengannya. Sakit. Sarah tidak mimpi.
Sarah lemas. Hatinya kacau. Sarah menjerit dalam hati. Tidak mungkin Malik mencintaiku!!
Malik, jika engkau cinta. Mengapa kau malah melukai perasaanku?
Sungguh aneh, caramu mencintaiku…