Minggu, 07 Juli 2013

Untuk Ikhwan & Akhwat



MANIS DIDENGAR,PAHIT DI RASA
♥بِسْــــــــــــــــمِ اِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم♥
Harapan yang diberikan kadang memang lebih besar daripada apa yang mampu dijalani, apalagi bila kekasih hati pujaan jiwa yang memberikan. Atas nama cinta, seribu tahun pun mau menanti asal bisa dimiliki sang kekasih.
Tapi apakah memang benar dia pantas untuk kau nantikan ukhti..
Apakah iya yang di beri harapan atau janji manis itu hanya kau seorang? Bagaiman jika ternyata ada puluhan wanita yang terjerat ucapan janji indah dan mempunyai harapan yang sama seperti dirimu,menanti dirinya yang mempunyai perkataan manis namun belum tentu manis dalam kenyataannya.
Pernahkah ukhti mendapat sebuah SmS dengan nada mesra dan memberikan janji
“ mas ingin selalu bersama adek,mas gak mau kehilangan adek”
Percayakah ukhti dengan itu? Bagaimana jika nanti dia yang dengan tiba-tiba menginggalkan ukhti dan memberikan sebuah SmS yang sama ke ukhti-ukhti lainnya.
Hai akhi,tau kah engkau bahwa perasaan wanita itu begitu halus,sedikit saja tergoreskan pasti akan terasa begitu sakit.Wanita diciptakan dari tulang rusukmu bukan dari tulang ubun-ubun maka dari itu engkau wajib menjaga dan menyayanginya dengan tulus bukan dengan cara coba-coba mengumbar janji yang manis saat di dengar tapi pahit jika dibuktikan.
 
“setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS al-Israa’ [17]: 34)
Akhi, bukan kami tak mau dengar tiap kata yang merasuk dalam qalbu kami, kami hanya tak sanggup untuk mendengar tiap kali kau unggkapkan kata pemanis hati.
Tapi, tahu kah kau? kami bukanlah wanita yang hanya ingin diperdengarkan kata manis, bukan pula yang diberikan rasa pesakitan yang kau buaikan dalam janji-janjimu. Maka akhi, simpan janjimu.
Akhi,kami memang bukanlah wanita bak aisyah yang pantas diberi sekuntum mawar dengan segala keharumannya. Kami pun tak pantas bila kau puja puji agar hati kami bagaikan air yang tak pernah tenang.
Tapi, kami sadari janjimu adalah keriangan bagi kami,
pelangi hati kami, yang membuat kami yakin bahwa kau akan menggenggam dunia untukkami.
Namun kadang kami pedih, saat tanpa kau sadari bahwa janji-janjimu itu seakan hanya ingin membuai untuk mengajak kami pada kepalsuan syetan.

Tapi, tak kamipungkiri bila kami bahagia saat kau ungkapkan janjimu yang menggores sebagian hatiku. Bahkan kami pun tak tahu sampai kapan janjimu akan terus kau hadirkan padakami sebelum akhirnya kau tunaikan. Kami hanya takut kau pergi sebelum tertunaikan.
Ketika memang terjadi kau pergi meninggalkan janji yang belum sempat kau tunaikan,bagi Sebagian wanita mungkin sudah terbiasa dengan janji-janji sehingga mereka sudah tidak peduli lagi dengan janji. Sedangkan sebagian wanita yang lain mungkin akan menangis bahkan tidak dapat melupakan janji yang terlalu manis yang terlanjur merekat di hati.

Tidak kah kau takut akan diminta pembuktian dari janji itu di kemudian hari? Sudahkah kau hitung berapa banyak janji yang sudah kau tebarkan,dan belum kau buktikan atau laksanakan.
Untukmu serta untuk ku kaum wanita “jangan mudah percaya dengan janji dalam hubungan yang biasa disebut ta’aruf,jangan lupa bahwa ta’aruf sering dijadikan ajang para ikhwan untuk menjerat mangsanya.Maka, perlunya segera disadari bahwa menjaga hati dari hal-hal berbau janji yang tidak pasti, kalau pun janji itu benar adanya maka janji itu tak akan terucap pada para muslimah namun akan terucap pada orangtua mereka.”
            Jangan terlalu bersedih.Biarkan mereka pergi membawa janji-janji nya. Tapi kita kudu yakin bahwa itu pilihan terbaik. Karena lebih baik kita berada dalam kasih sayang Allah daripada kita harus berada dalam kasih sayang manusia yang diharamkan.
“Katakanlah: Hai hamba – hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa–dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”. ( QS. Az Zumar).
            Ukhti? Percayalah Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya janji yang dia ucapkan tapi,di lihat dari seberapa konsistenkah dia dalam membuktikan janji-janji yang dia ucap sendiri.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari bahunya yang kekar, Tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, Tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, Tetapi bagaiman dia dihormati di dalam rumah
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, Tetapi dari hati yang ada di balik itu
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Qur’an, Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca.

            Terakhir untuk para Ukhti,coba renungi lirik lagu yang di bawakan oleh cermin di bawah ini “ Janganlah bersedih karna putus cinta,bersedihlah karna hati banyak dosa,berzikirlah pada yang maha kuasa agar di berikan ketenangan jiwa.Jangan kau berikan cintamu yang suci kepada manusia yang tak tau diri,berikanlah citamu pada kekasih yang kan mendampingi hidup sampai mati,Allah tlah pastikan pada kita semua semenjak kau ada didalam kandungan,riski,azal,jodoh tlah di tentukanNya kepada manusia hidup di dunia.Jangan lah bersedih dan sesali diri jodoh akan tiba suatu saat nanti,Usaha dan doa dan juga tawakal itulah misinya semua umat islam.”
                            Inna al-Nisa’a rayyahinu khuliqna lakum wa kullukum yashtahi syamma al-rayyahin
Wanita adalah ibarat bunga surga nan harum semerbak yang dicipkan untukmu dan setiap kamu pasti senang mencium bunga surga tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar